>>>>>>>>>>>> gilalogika.blogspot.com <<<<<<<<<<<
>>>>>>>>>> GILALOGIKA DI FACEBOOK <<<<<<<<<<<
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Peminum Teh Hijau Aman dari Kanker?

Nashville - Hasil studi terbaru semakin memperkuat pernyataan bahwa teh hijau baik untuk mencegah kanker. Seperti apa?
Seperti dikutip dari reuters, studi di Kanada yang mengikuti perkembangan wanita China selama lebih dari satu dekade, menyatakan bahwa wanita yang secara reguler meminum teh hijau memiliki lebih rendah risiko ancaman terkena kanker tenggorokan.
Laporan yang dipublikasikan di jurnal American Journal of Clinical Nutrition tersebut, menemukan bahwa lebih dari 69 ribu wanita yang minum teh hijau sebanyak tiga kali sepekan memiliki prosentase 14% lebih rendah untuk terkena kanker.
Teh hijau mengandung zat kimia antioksidan atau EGCG, yang mencegah kerusakan sel tubuh, yang dapat mengarah pada kanker dan penyakit lainnya.
"Konsumsi teh memang terkait dengan penurunan risiko kanker, yang dianjurkan oleh wanita-wanita China sejak jaman dulu," ujar Wei Zheng dari Vanderbilt University School of Medicine di Nashville, pada studi tersebut.
Namun tidak ada dari bukti-bukti di atas, yang menganjurkan secara langsung bahwa jika orang ingin menyingkirkan kanker harus dengan langsung mengkonsumsi teh hijau. [ikh]
http://teknologi.inilah.com/read/detail/1919851/peminum-teh-hijau-aman-dari-kanker

Minuman Bersoda Bisa Pacu Obesitas Pada Anak

New York - Serangkaian bukti terbaru semakin menegaskan bahwa minuman soda mengandung pemanis buatan sangat kuat mempengaruhi obesitas pada anak.
Dilansir oleh Reuters, para ilmuwan di AS mengatakan bahwa kini mereka menemukan bukti terbaru bahwa minuman bersoda dengan pemanis buatan sangat berpengaruh kuat dalam obesitas anak.
Tiga studi yang dipublikasikan pada Jumat (21/9) di New England Journal of Medicine, mewakili penelitian bahwa minuman soda berpemanis buatan sangat pengaruhi obesitas di AS.
"Saya tahu bahwa tidak ada kategori makanan yang dapat menghilangkan berat bedan secara instan," ujar Dr David Ludwig, direktur dari New Balance Foundation Obesity Prevention Center di Boston Children Hospital, yang memimpin studi tersebut.
"Cara paling tepat menghindari obesitas adalah kurangi mengkonsumsi minuman soda berpemanis buatan," tambah Dr Ludwig. http://teknologi.inilah.com/read/detail/1908129/minuman-bersoda-bisa-pacu-obesitas-pada-anak

Manusia Kini Bisa Hidup Tanpa Oksigen

Washington – Ilmuwan berhasil menciptakan cara membantu orang untuk bisa bernafas tanpa benar-benar bernafas dengan cara biasanya. Ingin tahu?
Hal tersebut bisa terjadi dengan melakukan injeksi oksigen ke dalam darah. Pasien yang tak mampu bernafas karena gagal paru-paru, terkadang butuh cara lain untuk mendapat oksigen bagi darahnya agar terhindar dari serangan jantung dan kerusakan otak.
Dikutip dari HuffingtonPost, tim peniti dari Boston Children’s Hospital berhasil mencipakan mikropartikel kecil yang berisi gas yang bisa disuntikkan langsung ke dalam darah dengan harapan akan mengembalikan kadar oksigen darah menjadi normal dalam ‘hitungan detik’.
Partikel ini terbuat dari molekul lemak yang dikelilingi paket gas oksigen.
“Uji pada hewan terbukti sukses,” kata Dr John Khei dari rumah sakit tersebut.
Di beberapa kasus, hewan bisa tetap hidup tanpa bernapas selama 15 menit. [ikh]
http://teknologi.inilah.com/read/detail/1880494/manusia-kini-bisa-hidup-tanpa-oksigen

Otak Buatan Ala Robot Cyborg

Manusia berinovasi dan berevolusi (katanya). Namun apa jadinya jika manusia mulai menjadi sebuah Robot alias Cyborg? Sebuah terobosan ilmiah yang sangat kontroversial telah dilakukan oleh para ilmuwan dari Tel Aviv University, dimana mereka telah menciptakan sebuah chip khusus yang berfungsi mengganti bagian-bagian otak, alias otak buatan, terutama bagian otak yang rusak atau mengalami malfungsi. Terobosan ini diharapkan mampu mengatasi berbagai penyakit akibat malfungsi otak seperti Parkinson, dan lainnya. Menurut Profesor Matti Mintz seorang psychobiologist yang melakukan penelitian ini, bahwa mereka mencoba meniru bagian otak dengan perangkat eletronik dan mencoba menyamakan fungsi chip elektronik tersebut dengan fungsi bagian otak. Meski ujicoba chip ini baru dilakukan pada tikus, namun hasilnya cukup signifikan, dimana chip tersebut mampu menggantikan bagian otak yang berfungsi mengkoordinasi gerakan dari tikus tersebut. otak buatan robot cyborg Fungsi kerja chip ini sangat mirip dengan bagian otak yaitu meniru aktivitas neuronal alami, dimana chip menerima, menafsirkan dan mengirimkan informasi sensorik dari dan ke batang otak, dan menjadi jembatan yang berfungsi mengkordinasikan otak dengan bagian tubuh. Profesor Mintz menyatakan bahwa penelitian ini membuktikan bahwa informasi dari otak bisa direkam dan diterjemahkan dengan logika elektronik. Entah apa jadinya jika chip otak buatan ini akhirnya berfungsi dengan baik seperti otak manusia. mungkin kelak akan hadir ditengah-tengah kita, mahluk-mahluk cyborg hasil rekayasa laboratorium, atau kelak akan hadir robot-robot dengan kemampuan otak layaknya manusia yang bisa merasa dan memiliki jalan pikiran sendiri berkat pengembangan dari chip otak buatan ala robot cyborg ini.

Sumber Artikel : http://www.poztmo.com/2012/01/otak-buatan.html

Keyboard QWERTY Bisa Bikin Senang & Sedih

London – Banyak pegawai menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan keyboard QWERTY. Kini ilmuwan menemukan fakta, keyboard ternyata miliki kekuatan tersendiri. Ingin tahu?

Menurut para ahli, orang cenderung bereaksi positif pada kata-kata yang diisi dengan huruf-huruf dari sisi kanan keyboard. Kata-kata dari keyboard sisi kiri ternyata mampu membuat orang memiliki emosi negatif.

Para ahli menyebut efek ini sebagai efek QWERTY. Ilmuwan kognitif menduga, efek ini muncul karena fakta lebih mudah mengetik menggunakan tangan tangan. Hal ini bisa tampak saat orang mengetik ‘LOL’ dan ‘Pleek’.

Pada kasus ‘LOL,’ kata ini jarang diucapkan namun sering diketik. “Saat orang mengetik kata yang dengan komposisi lebih banyak huruf dari keyboard sisi kanan, perasaan positif tercipta dan begitu pula sebaliknya,” ungkap ilmuwan Kyle Jasmin dari University College London seperti dikutip DM. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1847632/keyboard-qwerty-bisa-bikin-senang-sedih

Duduk Seharian Berisiko Picu Kematian

London - Sebuah penelltian terbaru mengungkap bahwa duduk seharian ternyata mampu picu kematian. Benarkah?

Seperti yang dikutip dari The Register, penelitian yang melibatkan lebih dari 220.000 orang yang berusia 45 ke atas, mengungkap bahwa terlalu banyak tidur ternyata mampu picu kematian.

Para relawan di peneltian tersebut dibandingkan dengan rata-rata tingkat kematian di antara mereka menghabiskan waktu lebih sedikit untuk duduk.

Penelitian itu menggunakan data kuisioner dari 222.497 dari para individual berusia 45 tahun ke atas dari '45 and Up Study to Mortality Data from New South Wales Registry of Births, Deaths and Marriages' mulai dari 2006 sampai 2010.

Disebutkan jika Anda menghabiskan waktu lebih dari 11 jam tiap hari untuk duduk, maka potensi kematian meningkat 40% untuk tiga tahun ke depan. Bahkan jika duduk 'hanya' delapan jam, risiko ada sekira 15%. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1844961/duduk-seharian-berisiko-picu-kematian

Studi: Peminum Teh Hijau Lebih Cerdas

Perth - Sebuah studi terbaru di Jepang mengungkapkan bahwa para peminum teh hijau lebih cerdas dan independen ketimbang lainnya.

Namun hasil studi tersebut lebih merefleksikan gaya hidup dari para peminumnya, ketimbang pengaruh dari teh itu. Demikian seperti dikutip dari ABC.

Teh hijau berisi zat kimia antioksidan yang mampu menolong sel rusak, yang mampu mengarah ke timbulnya penyakit.

Sementara studi terbaru yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition tersebut, para ilmuwan meneliti apakah para peminum teh hijau tersebut benar-benar turun risiko terkena penyakit.

Studi ini dilakukan oleh Yasutake Tomata dan para koleganya dari Tohoku University Graduate School of Medicine, pada 14.000 orang dewasa berusia 65 ke atas, dalam kurun waktu tiga tahun.

Mereka menemukan bahwa orang yang rutin mengkonsumsi teh hijau paling sedikit memiliki gangguan harian seperti memakai baju dan mandi.

Lalu, sekira 13% orang dewasa yang minum lebih sedikit teh hijau malah mendapat kesulitan dalam mengatur kehidupan hariannya.

"Konsumsi teh hijau secara signifikan memang terkait dengan penurunan risiko fungsi pengaturan tubuh manusia," tulis Tomato di peneltiannya. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1826963/studi-peminum-teh-hijau-lebih-cerdas

Diagnosa Penyakit Bisa Melalui Ponsel?

Seoul - Ke depannya untuk mendiagnosa penyakit bisa melalui ponsel saja. Benarkah?

Seperti yang dikutip dari ST, smartphone kini bukan lagi hanya sebuah ponsel, tapi sudah menjadi komputer mini. Dan para ilmuwan Korea Selatan kini membawa teknologi terbaru ke dalam ponsel, yakni diagnosis penyakit.

Profesor Park Hyun Gyu mengatakan bahwa ia bersama timnya sedang bekerja untuk memungkinkan ponsel untuk mendiagnosa berbagai penyakit, mulai dari kanker sampai ke diabetes.

Uji coba di laboratorium telah mendemonstrasikan bahwa tetesan darah ataupun air liur dapat menghasilkan diagnosa instan.

Teknologi yang dikembangkan tersebut berdasarkan pada kemampuan layar sentuh untuk mendeteksi sinyal elektris yang dihasilkan dari sentuhan jari.

"Teknologi tersebut disebut Capasitive Sensibility. Zat biomolekul yang dihasilkan oleh penyakit, menghantarkan sinyal sama seperti yang bisa dideteksi oleh layar senuth ponsel," ujar Profesor Park. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1825411/diagnosa-penyakit-bisa-melalui-ponsel

Terpecahkan, Misteri Cara Otak Dengarkan Kata-kata

Washington - Misteri mengenai cara otak mendengarkan kata-kata lisan telah terpecahkan, ungkap sebuah studi terbaru.

Seperti yang dikutip dari ST, para ilmuwan asal Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka telah menemukan cara membaca sandi bagaimana otak mendengarkan kata-kata, yang menurut para peneliti dideskripsikan sebagai langkah besar untuk membantu orang berkomunikasi setelah mendapat kelumpuhan atau stroke.

Dengan menaruh elektroda di otak subjek penelitian, kemudian para ilmuwan mengajak mereka berbincang. Di situ mulai bisa menganalisis frekuensi suara yang terdeteksi oleh otak subjek.

"Kami berfokus pada bagaimana otak memproses suara dari percakapan," ujar Brian Pasley, ilmuwan dari Helen Wills Neuroscience Institute di University of California.

Mayoritas dari informasi yang didapatkan dari pembicaraan antara satu sampai 8 ribu hertz. Otak mampu menganalisis frekuensi-frekuensi suara dari berbagai lokasi berbeda. Dengan melacak bagaimana otak 'mendaftarkan' suara-suara tersebut, para ilmuwan mampu untuk memetakan kata-kata.

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1825717/terpecahkan-misteri-cara-otak-dengarkan-kata-kata

Anak Ini 'Telan' Saudara Kembarnya

Lima – Tim dokter di Peru sedang bersiap mengoperasi perut bocah tiga tahun yang ‘menelan’ saudara kembarnya.

Jasad ‘kembar parasit’ itu, dilansir Daily Mail, tumbuh dalam perut Isbac Pacunda. Kondisi bocah berusia tiga tahun ini setelah tubuhnya ‘menyerap’ tubuh calon kembarnya, saat keduanya berada dalam kandungan.

Menurut dokter, kembar di dalam perut itu memiliki mata, tulang dan rambut. Tapi masih belum terbentuk otak, paru-paru, jantung dan ususnya. Beratnya mencapai 700 gram dan panjangnya 25 cm.

Dr Carlos Astocondor di RS Las Mercedes, Chiclayo menyatakan, kondisi ini terjadi pada satu banding 500 ribu kelahiran. Kembar identik terbentuk saat satu sel telur terbelah dua setelah pembuahan.

Namun kembar siam atau foetus-in-foetu seperti kasus Isbac, terjadi karena sel telur gagal terbelah sepenuhnya.

Dr Jonathan Fanaroff yang ahli neotalogis di Rainbow Babies and Children’s Hospital, Cleveland, AS menyatakan, kembar siam bisa hidup sebagai ‘parasit’.

“Tapi hal itu tak bisa terjadi jika salah satu menyerap yang lainnya,” katanya. Operasi memisahkan Isbac dari kembarannya, lanjut Fanaroff, akan lebih mudah ketimbang memisahkan dua kembar siam yang keduanya hidup.

http://web.inilah.com/read/detail/1824908/anak-ini-telan-saudara-kembarnya

Teteskan Ludah di iPhone, Penyakit pun Diketahui

London – Biasanya, orang pergi ke dokter untuk melakukan diagnosa pada penyakit yang ia derita. Kini, posisi dokter bisa terancam karena iPhone pun bisa melakukan diagnosa itu.

Tim ilmuwan Korea Selatan yang didanai pemerintah saat ini sedang mengembangkan teknologi smartphone yang dirancang mampu mendiagnosa penyakit. Menakjubkannya, hasil diagnosa bisa diketahui secara instan dari tetesan darah atau air ludah pada layar sentuh smartphone seperti dikutip DM.

Teknologi revolusioner ini disebut-sebut memiliki keakuratan hampir 100% dan sama efektifnya dengan perlengkapan medis konvensional. Tim di Korea Advanced Institute of Science and Technology ini mengatakan, saat teknologi ini dikomersilkan, teknologi ini akan merevolusi metode diagnosa di seluruh dunia.

Profesor Park Hyun-Gyu mengatakan, hasil riset ini akan memberi kemampuan smartphone mendiagnosa penyakit dari kanker hingga diabetes.

Di sisi lain, peneliti Won Byoung-Yeon mengaku, penelitian ini butuh penelitian mendalam agar teknologi ini sempurna. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1824771/teteskan-ludah-di-iphone-penyakit-pun-diketahui

Janin Aborsi Jadi Bahan Minuman Soda?

Chicago – Beredar gosip meresahkan di Amerika Serikat (AS), bahwa janin bayi hasil aborsi digunakan untuk pembuatan minuman soda. Benarkah?

Pejabat Oklahoma, AS, langsung membuat RUU yang mengusulkan penggunaan segala macam janin dalam makanan apapun. Hal ini cukup aneh, di tengah upaya AS memerangi aborsi.

RUU ini dibuat setelah beredar rumor di dunia maya dan di kalangan kelompok antiaborsi, bahwa beberapa produk soda seperti Pepsi, menggunakan janin diaborsi dalam minuman mereka.

Perusahaan minuman tersebut langsung menyangkal dan berkata kabar itu hanyalah urban legend.

“PepsiCo tidak melakukan atau membiayai riset yang menggunakan tissue atau sel manusia dari embrio,” demikian Jubir Pepsi, Peter Land.

Isu ini dimulai dari aplikasi paten oleh pemasok Pepsi yang menyatakan penggunakan sel HEK293 dalam proses pengembangan taste-tester buatan.

http://web.inilah.com/read/detail/1823536/janin-aborsi-jadi-bahan-minuman-soda

Tatto di Kemaluan, Pria Jadi Ereksi Permanen

Washington – Seorang pria awalnya hanya berniat membuat tatto pada kemaluannya. Namun secara mengejutkan, hasil yang ia dapat ‘melebihi’ keinginannya. Ingin tahu?

Menurut laporan MSNBC, pria berusia 21 asal Iran ini membuat tatto bertuliskan ‘borrow be salaamat’ atau ‘semoga beruntung dalam perjalanan’ serta huruf ‘M’ yang merupakan inisal pacarnya pada kemaluannya.

Namun ia mendapat ‘bonus’ yang membuat kemaluannya menjadi semi-ereksi secara permanen. Menurut laporan, tatto yang dibuat menggunakan jarum itu menyebabkan ‘pendarahan dari dalam jaringan penile selama beberapa hari’.

Karenanya, ia ke rumah sakit dan melakukan operasi untuk ‘membenarkannya’ namun gagal. Namun sebenarnya, operasi ini tak perlu dilakukan karena pria ini tetap bisa ereksi secara normal dan pria ini pun akhirnya ‘ikhlas’ dengan keadaan ini. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1821130/tatto-di-kemaluan-pria-jadi-ereksi-permanen

Wah, Wajah Bahagia Muncul di Kanker Seorang Pria

London – Sungguh sangat tak diduga, sebuah gambar yang menunjukkan ‘wajah bahagia’ muncul pada kanker seorang pasien. Para peneliti pun mengaku terkejut menemukannya. Seperti apa?

Para ilmuwan Medical Research di Westmead Millenium Institute menciptakan protein kanker 12 tahun lalu untuk mempelajari cara berkembangnya sel ini hingga menjadi tumor di dalam tubuh manusia seperti dikutip DM.

Tak disangka, percobaan ini menghasilkan hal mengejutkan. Setelah beberapa tahun, sebuah wajah tersenyum muncul pada sel kanker ini. “Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” kata kepala riset Associate Professor Beric Henderson.

Gambar itu ditemukan ilmuwan senior Dr Manisha Sharma saat perkembangan awal sel kanker itu.

“Sel kanker ini seolah menertawakan kita namun saya lebih senang mengartikannya sebagai sebuah tantangan bagi kita,” tutupnya. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1820185/wah-wajah-bahagia-muncul-di-kanker-seorang-pria

Sega Kembangkan Game dari Air Seni

Tokyo - Sega kini mengembangkan game yang dimainkan bukan di luar ruang tamu, melainkan di kamar mandi! Seperti apa?

Game yang dimainkan di kamar mandi tersebut nantinya dilengkapi dengan perangkat 'Toylet' dan dimainkan berdasarkan kecepatan dan volume air kencing (urine).

Game-game tersebut nantinya menggunakan urine yang dicocokkan dengan sensor. Sampai saat ini sudah tersedia lima judul game, yakni Hold, Splashing Battle, Violent Wind Warning Has Been Issued dan Manneken Pis!.

Seperti yang dikutip ST, sampai saat ini sudah menghadirkan sekira 130 game Toylet yang tersebar di seluruh Jepang. [mor]

Daging Buatan Sudah Siap Santap

London – Para ilmuwan berhasil membuat daging di lab dan kini mereka sedang mencari cara menjualnya. Daging ini akan menjadi alternatif daging dari hewan. Seperti apa?

Tim ilmuwan yang terdiri dari 30 ilmuwan dari seluruh dunia sedang bekerja membuat daging buatan ini di lab. Daging ini memiliki misi untuk membantu memecahkan masalah kelaparan di dunia.

Melalui daging buatan ini, pembunuhan hewan bisa dikurangi. Kelompok pemerhati hewan PETA menjanjikan hadiah US$1 juta (Rp9 miliar) bagi ilmuwan yang mampu membuktikan daging buatan ini bisa dijual secara komersial sebelum 2016 seperti dikutip DM.

Kini, Food Safety News mengindikasikan, tahun ini, terobosan tersebut akan tercapai.

Dr Mark Post dari University of Maastricht di Belanda nampaknya memiliki ‘senjata’ untuk memenangkan hadiah tersebut. Ilmuwan ini mampu membuat daging sapi buatan di lab. NamunPETA menginginkan daging ayam buatan. '

Kita lihat saja ke depannya. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1820181/2012-daging-buatan-sudah-siap-santap

Bakteri Vampir Berpotensi Jadi Antibiotik Super

Bakteri yang banyak ditemukan dalam air limbah bisa merevolusi pengobatan moderen. Bakteri ini pada dasarnya serupa bakteri vampir, yaitu menghabiskan waktu dengan cara memburu bakteri lain dan mengisap semua nutrisinya.

Bakteri tersebut bernama Micavibrio aeruginosavorus. Para ilmuwan telah mengetahui hal ini selama tiga puluh tahun terakhir, tapi terbukti sangat sulit untuk mempelajarinya dengan teknik konvensional. Peneliti dari Universitas Virginia baru saja berhasil memecahkan kode genetiknya kemudian mencari tahu cara kerja bakteri tersebut.

Micavibrio aeruginosavorus bertahan dengan menemukan strain bakteri lain. Ia kemudian menempel pada dinding sel mangsanya dan mulai menghisap nutrisi korban. Sebagian besar bakteri memang bertahan hidup dengan mengambil nutrisi dari lingkungan sekitarnya. Tapi bakteri Micavibrio aeruginosavorus hanya menggantungkan keselamatannya dengan cara menemukan dan menghancurkan bakteri lain.

Salah satu mangsa yang disukainya adalah musuh manusia, seperti Pseudomonas aeruginosavorus yang menyebabkan infeksi paru-paru serius pada pasien cystic fibrosis. Meskipun masih dini, para peneliti mengatakan bahwa akan ada kemungkinan untuk menggunakan Micavibrio aeruginosavorus melawan patogen yang mematikan. Tinggal menyuntikkannya ke area tubuh terdekat dengan sumber infeksi dan membiarkanya memburu dan menghancurkan bakteri menular.

"Ahli penyakit mungkin akhirnya dapat menggunakan bakteri ini untuk melawan api dengan api, sehingga bakteri yang agresif akan berburu dan menyerang bakteri tertentu lain yang sangat berbahaya bagi manusia," kata kepala peneliti, Martin Wu, seperti dikutip dari io9.com, Kamis (3/11/2011).

Wu juga menambahkan bahwa bakteri vampir ini berpotensi mengurangi ketergantungan manusia pada antibiotik tradisional dan membantu mengurangi masalah resistensi obat yang sekarang dihadapi dunia medis.

Antibiotik umum bekerja dengan cara menghambat reproduksi bakteri atau menghancurkan dinding selnya. Masalahnya adalah bahwa strain bakteri tertentu telah kebal terhadap antibiotik tersebut dan menciptakan jenis baru yang disebut 'super bug'. Micavibrio aeruginosavorus merupakan alternatif menarik karena bakteri tidak dapat membangun ketahanan terhadap predator dengan cara yang sama seperti pada antibiotik tradisional.

Dan karena bakteri ini hanya memburu strain bakteri tertentu, maka tidak akan menimbulkan ancaman pada bakteri menguntungkan yang penting dalam tubuh manusia. Bakteri vampir ini juga bisa bekerja dalam lingkungan yang sulit, seperti pada lapisan lendir kental yang dibuat oleh Pseudomonas aeruginosavorus, dan menyerang target di mana antibiotik tradisional secara signifikan kurang efektif.

Namun tentu saja, bakteri ini belum siap disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Masih dibutuhkan rekayasa genetik yang signifikan agar bakteri vampir ini dapat memburu strain bakteri yang diinginkan dan membiarkan bakteri yang lain. Meskipun dmeikian, penemuan ini berpotensi menjadi terobosan besar dan kenyataan bahwa ilmuwan sudah memiliki pemetaan gen adalah awal yang sangat menggembirakan.

sumber : detikhealth

Inilah yang Terjadi Jika Nyamuk Punah dari Muka Bumi

Nyamuk, mahluk yang satu ini mungkin adalah salah satu mahluk bumi paling dibenci manusia, disebut juga mengganggu dan juga menyebarkan wabah penyakit. namun dari banyaknya pengaruh positif dari nyamuk ini ternyata hal yang besar bisa terjadi jika nyamuk dimusnahkah dari muka bumi.
Dari lebih dari 3.500 spesies nyamuk di muka bumi ini, sebenarnya hanya ada ratusan spesies yang menyerang manusia. Namun, tak dapat dipungkiri, nyamuk menjadi salah satu musuh utama, karena menularkan berbagai penyakit mematikan.
Berbagai upaya pernah dilakukan oleh manusia untuk melenyapkan nyamuk, terutama jenis tertentu yang menularkan penyakit. Sebagian besar memang masih sebatas riset di laboratorium, namun prospeknya cukup menjanjikan.
Salah satunya pernah dilakukan oleh tim dari University of Oxford. Rekayasa genetika yang dilakukan tim tersebut berhasil menciptakan nyamuk jantan yang jika mengawini nyamuk betina, maka akan menghasilkan nyamuk tak bersayap.
Meski bisa menggigit, nyamuk mutan tersebut tidak bisa terbang, karena tidak memiliki sayap. Karena nyamuk betina harus terbang untuk bisa minum darah, lama-kelamaan nyamuk tidak bisa berkembang biak, lalu punah.

Dengan teknologi yang sama, tim dari University of Arizona juga pernah menghasilkan nyamuk anophales yang kebal virus malaria. Meski tidak bertujuan untuk memusnahkan nyamuk, cara ini juga bertujuan untuk melenyapkan penyakit malaria. Seandainya nyamuk-nyamuk mutant itu bisa diproduksi secara masal lalu dilepas ke alam dan menyebabkan kepunahan, dampak seperti apa yang akan terjadi?
Dikutip dari Nature ,dampak paling besar dari punahnya nyamuk akan terjadi di habitat tundra (padang es), kutub utara. Di tempat yang merupakan sarang terbesar bagi spesies nyamuk Aedes Impiger dan Aedes Nigripes , migrasi burung akan berkurang hingga 50 persen, karena berkurangnya salah satu makanan kesukaan para burung.

Migrasi satwa yang lain juga akan terpengaruh, antara lain karibu atau sejenis rusa kutub. Ribuan karibu yang sebelumnya menghindari gigitan nyamuk akan menyerbu wilayah tundra, lalu diikuti para serigala yang merupakan predator utama para karibu. Spesies ikan pemakan nyamuk, Gambusia affinis juga terancam punah, jika nyamuk sudah tidak ada. Punahnya ikan ini sedikit banyak tentunya juga akan berdampak pada rantai makanan yang terjadi di perairan air tawar. Terlebih lagi, larva atau jentik nyamuk turut memegang peran dalam penguraian sampah organik. Saat berada di genangan air, jentik-jentik tersebut mendapatkan nutrisi untuk tumbuh dari sisa-sisa tanaman yang membusuk.

Namun, banyak kalangan menilai, dampak yang terjadi di ekosistem tersebut, sebanding dengan tingkat kematian pada manusia akibat gigitan nyamuk. Malaria misalnya, tercatat menelan 247 juta korban jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya. Apalagi para pakar meyakini, berbagai jenis insektivora (pemakan serangga) tidak akan terlalu kesulitan beradaptasi untuk beralih memangsa serangga lain jika sudah tidak ada nyamuk. Sedangkan untuk penguraian sampah organik, peran jentik nyamuk bukan tak tergantikan karena masih banyak jenis pengurai yang lain.

Dampak Buruk Radiasi Sinyal WiFi

Penelitian terhadap dampak radiasi sinyal nirkabel pada manusia umumnya tidak menghasilkan kesimpulan yang kongkrit. Akan tetapi, dari penelitian terbaru yang dilakukan terhadap pohon, terungkap bahwa makhluk hidup yang satu ini lebih ringkih dibanding manusia.

Penelitian yang dilakukan oleh Wageningen University menemukan bahwa pepohonan yang tumbuh di kawasan yang memiliki aktivitas WiFi tinggi, khususnya di kawasan pemukiman penduduk, menderita gejala yang tidak sama dengan gejala yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

Seperti dikutip dari PopSci, 23 November 2010, gejala-gejala yang muncul pada pohon termasuk di antaranya adalah pendarahan, celah di kulit, matinya bagian tertentu dari daun, serta pertumbuhan yang abnormal.

Untuk mengujicoba hipotesa apakah penyebab penyakit misterius tersebut diakibatkan oleh radiasi WiFi, peneliti menggunakan 20 pohon ash atau Fraxinus dan memberikan berbagai tingkat radiasi pada pohon-pohon tersebut selama 3 bulan.

Ternyata, pohon yang terekspos sinyal WiFi menunjukkan tanda-tanda penyakit akibat radiasi, termasuk warna seperti timah pada daun-daunnya, yang mengindikasikan bahwa daun tersebut akan segera mati.

Sebagai gambaran, di negara seperti Belanda, sekitar 70 persen pepohonan di kawasan pemukiman mengalami efek samping dari radiasi. Angkanya naik dari hanya 10 persen pada 5 tahun lalu. Ini merupakan hal yang lumrah mengingat penggunaan WiFi telah meroket pada beberapa tahun terakhir.

Saat ini, para ilmuwan akan melakukan sejumlah penelitian lain untuk mengetahui lebih lanjut seputar radiasi pada pertumbuhan tanaman. Dan sayangnya, belum ada solusi yang dapat diberikan bagi pepohonan akibat dampak buruk penggunaan WiFi tersebut.

Penggunaan Internet Berlebih Mampu Rusak Otak

California - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan, ternyata penggunaan internet yang berlebih mampu rusak otak.

Seperti yang dikutip dari Mashable, penelitian terbaru yang dilakukan di China, menunjukkan bahwa terlalu banyak penggunaan internet mampu menyebabkan kerusakan struktural pada otak.

Para peneliti mempelajari 17 orang remaja dengan gejala Internet Addiction Disorder (IAD) dan menemukan kerusakan struktural dan fungsi pada bagian otak yang berfungsi untuk mengorganisir tindakan. Sebuah dampak yang hampir sama ketika seseorang sedang mendapat kecanduan alkohol.

Para peneliti mengunakan alat scan MRI dan menggunakan metode yang disebut sebagai fractional anisotropy (FA), yang mengukur organisasi dalam otak. Para responden yang didiagnosa menderita IAD menunjukkan tingkat FA yang lebih rendah, ketimbang remaja umumnya.

"Secara keseluruhan, penelitian kami ini mengindikasikan bahwa kecanduan internet sebabkan ketidaknormalan pada otak, yang mampu sebabkan kejanggalan pada aktivitas otak," tulis penelitian tersebut. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1818792/penggunaan-internet-berlebih-mampu-rusak-otak